The Flash S04E02: “Mixed Signal”

Minggu ini harusnya sudah masuk ke episode 3, tapi karena kesibukan belakangan jadi malah baru sempet nonton episode 2 The Flash.

Episode di mulai dari seorang milyuner yang ingin membeli 1 unit tempat tinggal yang mana bagi fans yang ngikutin ArrowVerse pasti kepikiran “ini gedung nya malcolm yang dikasi ke Thea ke Oliver ke Felicity kan ya?” atau memang semuanya mirip? Tapi yang pasti ini masalah budget produksi hehe.

Enemy of the week kali ini adalah killgore, seorang pengembang perangkat lunak yang telah menjadi metahuman sehingga bisa mengendalikan semua perangkat digital, elektronik (?) dan apapun yang memiliki software didalam perangkatnya.

Pada episode ini juga Cisco memperkenalkan kostum terbaru The Flash yang sebenarnya sudah dipakai sejak episode 1 kemarin, tapi ini semacam launching gitu. Kostum baru ini memiliki banyak perangkat teknologi yang terpasang untuk membantu kerja The Flash, yang mana malah jadi musuh empuk bagi si killgore.

Killgore dapat dengan mudah membuat Flash kewalahan karena ya killgore dapat mengendalikan semua perangkat teknologi di kostum Flash, mulai membuat Flash gak bisa bergerak, memutuskan jalur komunikasi ke tim Flash, menembakkan meriam dari tangan, kostum mengembang seperti rakit, dan lainnya termasuk mode self destruction. Cisco seperti terlalu banyak menambahkan perangkat ke dalam kostum The Flash, walaupun beberapa memang berguna banget.

Tentu saja kali ini juga muncul iris west, dan semua pembicaraan ala teenager ini. Ditambah lagi dengan kehadiran gipsy yang lagi kencan dengan Cisco. Serius ini acara target pasar nya sepertinya anak junior or senior high school gitu, gak bisa lepas dari bumbu romansa percintaan receh.

Selain itu Iris West juga kembali mengeluarkan loveforce yang luar biasa. Memberikan sebuah ide kepada The Flash yang sangat berbahaya, menembakkan petir ke diri sendiri. Menurut Cisco, si ahli teknologi tim ini sangat berbahaya karena kuatir mempercepat mode self destruction. Si Cathlyn, dokter tim juga bilang bahaya karena kuatir jantung The Flash gak kuat. Tapi ya gitu ide dari seorang wartawan koran yang sudah gak pernah kerja dan gak punya pengalaman di bidang teknis ternyata berhasil! Sungguh kekuatan cinta yang luar biasa dan gak masuk akal, iya ini sarkas.

Wally west sebagai Kid Flash disini tampak gak berguna banget. Sekali-kali muncul malah jadi sasaran salah tembak The Flash yang walaupun entah gimana masih bisa hidup padahal ditembak dari jarak sedekat itu. Mungkin ini alasan kenapa speedster lain dikirim ke bumi lain karena 2 speedster dalam 1 bumi itu terlalu banyak, jadi makan gaji buta salah satunya. Saran saya buat Wally West sih sudahan aja main sebagai Kid Flash, kuliah yang bener cari kerja yang bener. Super Hero gak di gaji soalnya.

Barry dan Cisco juga sempat mengandaikan kisah Ramsey Deacon aka Killgore dengan kisah apa yang akan terjadi pada Pied Pipper dalam serial Sillicon Valley. Ini luar biasa karena berarti selera nonton TV Barry Allen dan Cisco sama seperti saya! Atau bisa dibilang Barry Allen dan Cisco hidup di bumi dan waktu yang sama dengan saya.

Dari sekian adegan pada episode ini, adegan paling berkesan adalah ketika Killgore mengendalikan robot pembawa granat di kantor polisi. Sungguh, ledakan granat itu sungguh luar biasa! Masih untung granat tersebut tidak merusak lantai kantor polisi, Lebih untung lagi Barry bisa menjinakkan sebuah granat hanya dengan di kumpulin lalu dibuang ke tong sampah. Ini sungguh luar biasa! Iya ini sarkas lagi.

Nonton The Flash ini memang seperti love hate relationship, ya sadar kualitas cerita, adegan dan lainnya itu terbatas banget, ada banyak hal yang bikin “apaan sih?!” Tapi ya tetep aja ditonton setiap minggu nya.